Kami merupakan Perusahaan yang bergerak dalam bidang kesehatan yang menjual mineral HYDRO C di seluruh indonesia KAMI MENCARI AGEN DI SETIAP WILAYAH DI INDONESIA

Senin, 23 Mei 2016

Perbedaan Obat Dokter dan Obat Herbal

Ampuh mana Obat Herbal atau Obat Dokter?

Banyak dari kita yang bingung untuk memilih antara pengobatan dengan obat herbal atau obat dokter, dan banyak dari kita pasti bertanya-tanya ampuh mana obat herbal atau obat dokter?
Sebenarnya keduanya ini memiliki kelebihan tersendiri, yang tentunya sangat bermanfaat bagi kesehata kita. Ada baiknya kalian mengetahui sifat masing-masing obat tersebut. Berikut rangkuman beberapa perbedaan obat dokter dan obat herbal yakni:

Obat Dokter atau Obat Kimiawi
  • ·         Lebih di arahkan untuk menghilangkan gejala-gejalanya saja.
  • ·         Bersifat sympthomatis yang hanya untuk mengurangi penderitaannya saja.
  • ·         Bersifat paliatif artinya yaitu untuk penyembuhan yang bersifat spekulatif yang pengobatannya berdasarkan gejala yang ada. Apabila tepat penyakit akan sembuh, etapi apabila tidak, endapan obat akan menjadi racun yang berbahaya.
  • ·         Lebih diutamakan untuk penyakit-penyakit yang bersifat akut (butuh pertolongan segera) seperti asma akut, diare akut, patah tulang, infeksi akut dan lain sebagainya.
  • ·         Relatif kurang efektif untuk penyakit kronis.
  • ·         Reaksi cepat, namun efek sampingnya bersifat destruktif artinya yaitu melemahkan organ tubuh lain, terutama jika dikonsumsi terus menerus dalam jangka waktu lama.
  • ·         Efek samping yang bisa ditimbulkan iritasi lambung dan hati, kerusakan ginjal, mengakibatkan lemak darah.

Obat Herbal atau Obat Tradisional
  • ·         Diarahkan pada sumber penyebab penyakit dan perbaikan fungsi organ-organ tubuh yang rusak.
  • ·         Bersifat rekonstruktif atau memperbaiki organ dan membangun kembali organ-organ, jaringan atau sel-sek yang rusak.
  • ·         Bersifat kuratif artinya benar-benar menyembuhkan karena penyakit, pemulihan penyakit-penyakit komplikasi menahun, serta jenis penyakit yang memerlukan pengobatan lama.
  • ·         Efektif untuk penyakit kronis yang sulit diatasi dengan obat kimia
  • ·         Reaksi bisa cepat bisa juga lambat, tetapi bersifat konstruktif atau memperbaiki dan membangun kembali organ-organ yang rusak.
  • ·         Efek samping hampir tidak ada, asalkan diramu oleh herbalis  yang ahli atau yang berpengalaman.


Penggunaan Obat Herbal dan Obat Dokter

Jadi kesimpulan yang bisa diambil yaitu tidak ada yang lebih baik antara obat herbal atau tradisional dan obat dokter atau kimia, karena tergantung pada situasi dan kondisi kalian. Misalnya pada kasus darurat seperti pendarahan, obat dokter/kimia pasti akan lebih baik digunakan dan reaksinnya yang sangat lebih cepat dibanding obat herbal, dalam hal mengatasi gejala dan meredam rasa sakit.

Sama dengan halnya berlaku untuk penanganan pasien pada kasus penyakit akut seperti kanker stadium akhir. Karena bersifat darurat, pengobatan konvensional seperti operasi dan bedah lebih efektif karena relatif sangat cepat.

Dalam kondisi tersebut, jika pasien menginginkan obat tradisional dapat tetap diberikan tetapi tidak dapat digunakan secara tunggal melainkan dapat dikombinasikan penggunaannya bersama obat kimia atau medis lainnya yang diperlukan.
Pada saat seperti itu, fungsi obat herbal pun lebih dititikberatkan pada peningkat efektifitas pengobatan sekaligus mengurangi efek samping yang ditimbullkan obat kimia.

Penggunaan obat herbal masih dapat digunakan secara tungal atau jika diinginkan, dan dapat juga dikombinasikan dengan obat kimia untuk meningkatkan efektifitas pengobatan tentunya dengan memberi jeda waktu pemakain antara kedua jenis obat tersebut.

Kecepatan Reaksi Obat Herbal dan Obat Dokter

Mengapa kecepatan reaksi kedua jenis obat tersebut bisa berbeda?
Karena berkaitan dengan mekanisme kerja kedua jenis obat tersebut. Seperti yan telah dijelaskan, obat kimia bekerja dengan menghilangkan gejala atau penyebab dan meredam rasa sakit.

Menurut Dr Amarullah H Siregar, obat-obatan kimia lebih banyak bertujuan untuk mengobati gejala penyakitnya, tetapi tidak menyembuhkan sumbernya. Intinya, obat kimia hanyalah mampu memperbaiki beberapa sistem tubuh.


Berbeda dengan obat herbal yang bekerja langsuung pada sumbernya dengan memperbaiki keseluruhan sistem tubuh yakni dengan memperbaiki sel-sel, jaringan, dan organ-organ tubuh yang rusak serta dengan meningkatkan sistem kekebalan tubuh untuk berperang melawan penyakit.
Share:

0 komentar:

Poskan Komentar